Character Building: Pancasila
Ringkasan Materi
Mandatory – Pancasila dan
Pluralisme Indonesia
Disusun oleh:
Riyanti Teresa
Tedja 2001576772
Kelas:
LC-52
Bina Nusantara University
2017
Hari/tanggal : Sabtu,
13 Mei 2017
Waktu :
07.20 - 09.00
Tempat :
Auditorium, 400
Pembicara : 1. Pak
Lelo (Moderator)
2. Pak Sukron
3. Pak Hari
1. Pembicara:
Pak Sukron menjelaskan
Indonesia adalah negara yang
majemuk dimana Indonesia terdiri dari banyak suku, agama, ras, golongan dan
semua perbedaan tersebut adalah suatu kehendak Tuhan. Tuhan menciptakan
perbedaan atau keanekaragaman tersebut agar menjadi kekuatan bangsa Indonesia
dengan saling melengkapi, saling toleransi dalam beragama, saling menghormati,
dan saling menghargai.
Pluralisme agama adalah
kondisi hidup beragama dimana semua agama adalah sama dan berbagai pemeluk
agama yang hidup bersama dalam suatu negara. Kepercayaan sudah ada sejak nenek
moyang kita dan mereka sudah hidup bersama dengan yang memiliki kepercayaan lain.
Agama bersifat universal, contohnya: kebenaran untuk semua agama, keadilan
untuk semua agama. Dalam praktik kehidupan sehari – hari, seperti: menolong sesama
tanpa melihat agama karena setiap agama diajarkan untuk saling tolong menolong
sesamamu yang membutuhkan.
Di Indonesia mempunyai dasar
negara yaitu Pancasila, dimana isi dari Pancasila adalah:
1. Sila
pertama: Ketuhanan yang Maha Esa
2. Sila ke –
2: Kamanusiaan yang adil dan beradab
3. Sila ke –
3: Persatuan Indonesia
4. Sila ke –
4: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /
perwakilan
5. Sila ke –
5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Makna dari
sila pertama “Ketuhanan yang Maha Esa”, yaitu:
1. Percaya dan
takwa kepada Tuhan yang Maha Esa
Arti dari
Esa dalam Bahasa Sansekerta adalah memiliki sifat – sifat keluhuran. Jadi,
Tuhan memiliki sifat – sifat keluhuran.
2. Saling
menghormati antara pemeluk agama, seperti: memberi selamat ketika hari raya
Natal, Idul Fitri, Waisak, dan Nyepi bagi yang merayakan dan berkunjung ke rumah
mereka.
3. Saling
menghormati kebebasan dalam beribadah, seperti: memberi waktu kepada umat Islam
untuk sholat Asar saat jam kerja.
4. Tidak
memaksakan agama kepada siapapun.
2. Pembicara:
Pak Hari menjelaskan
Indonesia yang merupakan
negara majemuk dimana SARA ( Suku, Agama, Ras, Antar golongan ) sangat rentan
terhadap timbulnya konflik. Oleh karena itu, cara menjaga pluralisme di
Indonesia adalah:
1. Sikap
terbuka bagi kelompok / golongan lain. Contoh: Berteman dengan siapa saja tanpa
memandang agama, kelompok, rasa, suku.
2. Saling
menghormati dan menghayati.
3. Dialog /
kerjasama antar kelompok dan golongan. Contoh: Dalam melakukan tugas Character
Building, setiap kelompok terdiri dari beberapa jurusan, suku, agama untuk
mendiskusikan tempat melakukan tugas, waktu, dll.
Makna dari sila ke – 2 “ Kamanusiaan yang adil dan
beradab” yaitu:
1. Mangakui
dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabat sebagai makhluk
ciptaan Tuhan.
2. Mengakui
persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban tanpa membeda – bedakan antar
agama, suku, ras, golongan, kedudukan, dll.
Makna dari
sila ke – 3 “Persatuan Indonesia” yaitu:
1. Mampu
menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara
sebagai kepentingan bersama.
2. Mengembangkan
persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
3. Memajukan
pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Makna dari sila ke – 4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan” yaitu:
1. Mempunyai
kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
2. Tidak
memaksa kehendak kepada orang lain.
3. Selalu
bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
4. Musyawarah
untuk mencapai mufakat dengan semangat kekeluargaan.
Makna dari
sila ke – 5 “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” yaitu:
1. Mengembangkan
perbuatan yang selalu mencerminkan sifat dan suasana keadilan dan
kegotong-royongan.
2. Mengembangkan
sikap adil terhadap sesama.
3. Tidak
menggunakan hak milik untuk usaha – usah yang bersifat pemerasan terhadap orang
lain.
3. Kesimpulan:
Dalam hidup bersama dalan
negara yang majemuk yaitu Indonesia, kita harus berpegang teguh pada Pancasila
yang merupakan dasar negara kita. Pancasila sebagai pedoman kita dalam
menjalankan kehidupan sehari – hari dengan saling menghormati sesama umat
manusia, memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabat, menjaga kesatuan
bangsa dan negara Indonesia, bersikap adil, melakukan musyawarah dalam
mengambil mengambil keputusan bersama, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar